Organisasi dan Manajemen Koperasi

 

Koperasi adalah organisasi bisnis yang butuh pengelolaan. Di dalam organisasi bisnis dibutuhkan sebuah pengelolaan yang efektif dan efisien yang dikenal sebagai dengan manajemen. Demikian juga dengan badan usaha berbentuk koperasi, karenanya koperasi membutuhkan manajemen demi terwujudnya tujuan koperasi tersebut. Karena koperasi membutuhkan manajemen maka koperasi harus mengikuti langkah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian/pengawasan. Langkah tersebut merupakan suatu ilmu dan seni untuk bersama-sama menyelesaikan pekerjaan masing-masing dan mencapai tujuan organisasi.

Ditinjau dari sudut pandang gaya manajemen, manajemen koperasi menganut gaya partisipatif. Gaya partisipatif bermakna bahwa posisi anggota ditempatkan sebagai subjek dan manajemen yang aktif dalam mengendalikan manajemen organisasinya. Koperasi di Indonesia memiliki manajemen koperasi yang disusun berdasarkan perangkat organisasi koperasi. Perangkat organisasi koperasi terdiri dari anggota, pengurus, pengawas, dan pengelola. Sehingga, dengan gaya partisipatif yang dianut oleh koperasi maka akan muncul interaksi antar unsur manajemen koperasi.

Setiap perangkat organisasi mempunyai lingkup keputusan yang berbeda walaupun masih ada juga keputusan yang dilakukan secara bersama. Anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam menetapkan kebijakan umum di koperasi. Pengurus merupakan pemegang kekuasaan dalam mengoperasionalkan kebijakan strategis yang ditetapkan oleh anggota. Pengawas mewakili anggota untuk melakukan pengawasan atas kebijakan yang dilaksanakan oleh pengurus. Sedangkan pengelola adalah tim manajemen yang diangkat dan diberhentikan oleh pengurus. Hubungan antara pengurus dan pengelola adalah hubungan perikatan kerja dalam bentuk perjanjian atau kontrak kerja.

 

 

 

 

Referensi :